Posts

Showing posts with the label Cerpen

The Quadruplets

Image
“Lost Silver, Glitchy Red, Cynthia the Candy Addict, Ben Drowned.” Chris menatap jejeran makhluk di hadapannya, empat calon monster berdarah dingin yang kini lebih terlihat seperti penghuni tempat sampah. Di sisi paling kiri terlihat pemuda tanpa lengan mengenakan pakaian kasual serba keperakan, rambutnya hitam sepanjang tengkuk tertutup topi cap terbalik, serta poni nyaris menutupi mata. Kepalanya terus tertunduk menatap sayu ke tanah. Di sebelahnya ada pemuda lain yang terlihat seperti kloning si perak, hanya saja berwarna merah. Dia jelas lebih tahu cara memakai topi daripada kembarannya meskipun terlihat lebih konyol. Tubuh pemuda itu beberapa kali pudar-timbul bak statik di video tape rusak. “ Drowned ? Memang tidak ada nama yang lebih kreatif!” Jason mendengkus di hadapan anak laki-laki berbaju serba hijau yang memakai topi runcing khas elf natal. Anak itu balas memelotot memamerkan mata merah menyala, ia memiringkan kepala lalu berkata, “Aku memang pernah tengglam, dan aku suka ...

Peter Pan & Wendy

Image
Awan kelabu bergulung-gulung di langit, bergerak lamban mengikuti embusan angin membekukan tulang. Tidak ada yang bisa melihat kalau di balik awan-awan tebal itu ribuan bintang bertaburan, berkelap-kelip bak permata. Jika diperhatikan lebih saksama, ada dua bintang istimewa sebab ukuran dan pijar cahaya mereka lebih terang. Satu kecil, satu besar, berdampingan seolah bergandeng tangan. Hal itu teramat sangat jarang terjadi, bahkan telah menjadi sebuah legenda. Konon jika dua bintang istimewa muncul, orang istimewa dari Neverland sedang datang berkunjung. Selimut putih menutup seluruh kota London, bahkan menutup menara Big Ben bak topi, membuat detiknya redam meski masih terdengar samar di telinga setiap orang. Jarum panjang menunjuk ke arah dua belas, sedangkan jarum pendek terarah tepat pada angka sepuluh. Malam hari. Aktifitas di jalan utama sudah lengang, hanya segelintir mobil yang masih berani berkeliaran di aspal licin musim dingin. London tidak berubah sejak terakhir kali Peter ...

Pan has Grown Up

Image
The little boy who had his wish come true is growing up a little bit by bit Ini adalah kisah tentang seorang anak laki-laki asal Inggris Raya. Seorang bocah yang terlampau manja sampai tali sepatu saja masih harus diikatkan. Dia juga sangat nakal dan kekanakkan, selalu melaksanakan kebalikan dari sebuah perintah. Jangan mencecerkan mainan! Dia malah menebar mainannya ke seluruh lantai. Jangan buang-buang kertas! Dia malah merobek begitu banyak kertas menjadi serpihan kecil dan membuangnya ke udara. Meskipun begitu, ayah dan ibunya benar-benar menyayangi anak mereka. Bocah itu ibarat wadah mimpi-mimpi indah bagi kedua orangtuanya, anak emas yang selama ini mereka dambakan, penerus generasi yang pasti membanggakan. Pada suatu malam, satu jam terlewat dari waktu tidur, terdengar suara langkah kecil mengendap-endap. Si bocah nakal turun dari ranjangnya demi menempelkan telinga ke dinding kayu untuk menguping kedua orangtuanya berbincang. Keduanya tengah membicarakan akan menjadi apa anak s...

Drowned and The Candy Addict

Image
Permen rasanya manis, berwarna-warni, beraroma harum, berpenampilan cantik dan menarik. Hampir semua orang menyukai permen, terutama anak-anak. Bagaimana dengan air? Kebutuhan primer seluruh makhluk hidup. Tidak ada air, tidak ada kehidupan, itulah faktanya. Satu dicintai banyak orang, satu lagi dibutuhkan semua orang. Kalau dipikir-pikir, apa yang mungkin salah dari permen dan air? Kalian akan berpikir beberapa saat, tapi sebenarnya jawaban itu sudah ada di depan mata, yaitu seberapa banyak jumlahnya dalam tubuh kalian. Mengonsumsi permen melampaui batas wajar bisa membunuh, begitupun mengonsumsi air di luar batas normal. Keduanya membunuh secara perlahan, menyiksa, dan menjijikkan. Gula bisa membuat tubuhmu membusuk, mulai dari gigi, jari-jari, telinga, sampai akhirnya seluruh tubuh. Sementara tenggelam adalah cara mati paling menyakitkan bagi manusia, menghirup air alih-alih udara. Paru-paru akan membengkak, lambung akan pecah, dan tubuhmu akan membiru, membesar dua kali lipat seper...

Ulang Tahun Ke 15 (Part Wiggy)

Image
Harold dan Phillip sibuk sejak pagi, memindahkan perabot besar ke kamar baru Lillian. Lemari, ranjang tunggal, meja dan kursi baca, serta cermin rias diletakkan sesuai keinginan sang mandor, alias Lillian sendiri. Seharusnya proses pemindahan tidak perlu memakan waktu lama, tapi Lillian sangat signifikan dengan letak barang-barangnya. Tidak simetris atau tidak menempel cukup pada tembok akan membuatnya terganggu sehingga beberapa kali perabot itu harus digeser lagi dan lagi. “Baiklah, Lilly, kau sudah puas sekarang?” Harold mengelap peluh pada dahi, padahal udara dingin. Mungkin ada lima kali pria itu mendorong-menarik lemari pakaian. “Masih kurang beberapa senti atau mili barangkali?” Phillip menyambar penuh sindiran. Yang diajak bicara mengusap dagu sejenak. Mengeker dengan ibu jari, lantas menyunggingkan senyum. “Ini sempurna! Terima kasih, Ayah dan Phillip!” “Ah, akhirnya!” Phillip menjatuhkan tubuh pada ranjang, mengatur napas yang masih satu-dua. “Aku membuatkan kalian pai susu d...

Lost Silver and Glitchy Red

Image
Red and Silver .... Silver and Red .... One of them unknown, one of them broken One of them suffer, one of them replaced People love them or people hate them In the end, both got forgotten Sebutkan nama kalian! "Aku tidak punya nama ..." "Kalian bisa memanggilku Red." Jelaskan latar belakang kalian! "Aku ada, tapi juga tidak ada. Kalian berusaha menyelamatkanku, tapi sia-sia. Sekeras apa pun mencoba, hasilnya sama saja. Jadi saranku ... berhentilah mencoba." "Mereka bilang aku rusak, padahal aku hanya tidak suka diatur-atur. Terkadang mereka terlalu bodoh memanduku ke sana ke mari tanpa tahu apa yang mereka lakukan. Akhirnya aku harus mencari jalan sendiri demi mencapai tujuan. Ini demi kebaikanku, tapi mereka tidak mau tahu!" Apa tujuan kalian? "Bagaimanapun aku ingin normal. Untuk mewujudkan itu aku harus mengambil jiwa sebanyak-banyaknya. Lihatlah ... dengkulku sudah terlihat, setidaknya aku harus mencapai tumit." "Apa tujuanku,...

Ulang Tahun ke Lima Belas (part Phillip)

Image
Berusia empat belas tahun seolah menjadikan Lillian sepuluh tahun lebih dewasa. Gadis itu mengetahui segala tanggung jawabnya di rumah, bahkan tanpa diajari siapa pun. Otomatis bangun pukul enam pagi, membuat tiga porsi sarapan, bekal makan siang, serta makan malam, mencuci piring, membersihkan rumah, semua ia kerjakan dengan senang hati. Lillian tahu Phillip dan Ayahnya berkerja keras di kota Briston, jadi ia juga akan membantu di rumah sehingga saat keduanya pulang, mereka akan merasa nyaman, dan bisa langsung beristirahat. Terkadang Phillip dan Harold justru merasa tidak enak melihat Lillian mengurus segala pekerjaan rumah sendiri. Biar bagaimanapun usianya baru empat belas, usia remaja yang pastinya masih senang bermain-main. “Lilly, kau tidak harus melakukan semua pekerjaan rumah. Berikan Ayah dan Phillip tugas supaya kau tidak terlalu lelah,” tutur Harold di hari Sabtu yang cerah saat melihat Lillian menjemur pakaian. “Kalian sudah cukup lelah bekerja di Briston, masalah rumah ja...